Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keliling kota Solo dengan Bis Tingkat Werkudara

 Sebuah pengalaman yang tidak terlupakan, menjadi salah satu orang pertama yang bisa menikmati sensasi menaiki bis tingkat setelah beberapa tahun punah dari bumi Indonesia, bis tingkat ini bukan bis tingkat biasa, didesain khusus untuk tujuan wisata berkeliling kota Solo, berwarna merah menyala, dengan gambar tokoh wayang di kedua sisinya, nama tokoh wayang itulah yang dijadikan sebagai nama bis ini, “Werkudara”.

Bis Tingkat Werkudara

Bagi yang berminat menaiki bis ini, anda bisa menghubungi dinas Perhubungan (dishub) Kota Surakarta, anda bisa berkonsultasi tentang jadwal jalan bis ini sekaligus bisa memesan kursi, tarifnya pun cukup hemat, yakni dengan Rp. 20.000 anda bisa melihat situasi di beberapa sudut kota Solo, umumnya perjalanan dimulai dari kantor Dishub Surakarta, di kawasan Jl. Mentri Supeno, Manahan.

Perjalanan pun dimulai, pemandangan sibuknya Jl. Slamet Riyadi yang membelah kota Solo menjadi kawasan utara dan selatan, beberapa pejalan kaki dan pengendara motor nampak menyempatkan melihat bis tingkat yang berjalan pelan ini, saya yang berada di lantai atas yang atapnya terbuka beberapa kali melambaikan tangan ke yang menyaksikan bis ini, ya karena saat itu masyarakat masih belum terbiasa melihat bis ini, antusiasme nampak terlihat baik pada penumpang dengan warga yang menyaksikan, keduanya sama-sama sedang takjub.

Perjalanan bis dilanjutkan dari bundaran Gladag ke utara, melintasi gedung-gedung besar yang beberapa merupakan pusat administrasi dan bisnis kota ini, seperti Kantor Pos, Bank Indonesia, Balaikota, dan Telkom, bis berhenti sejenak di tepi jalan depan pasar gedhe, penumpang dipersilahkan turun dan mampir ke pasar tradisional terbesar di kota Solo ini, beberapa diantaranya menjajal beberapa jajanan pasar yang memang banyak dijual di pasar ini, beberapa yang lain asik mengambil gambar di sekitar pasar dan bis, beberapa lebih suka duduk-duduk di lantai atas bis, adapula yang sekedar beristirahan di kursi lantai bawah yang kursinya lebih empuk dan kabinnya ber-AC.

Bis tingkat Werkudara seperti layaknya bis tingkat lainnya, terdapat sebuah tangga yang menghubungkan dengan lantai atas, tangga ini tepat berada di belakang supir, bis ini juga sangat ramah difabel, hal ini bisa dilihat dari pintunya yang difasilitasi lintasan kursi roda, dan di dalam kabin juga terdapat space khusus pengguna kursi roda, yang lantainya lebih rendah daripada lantai penumpang reguler, bis ini juga dilengkapi CCTV, sehingga sopir dapat melihat kondisi di lantai atas, makanya jangan heran jika dalam perjalanan tiba-tiba speaker di lantai atas berbunyi suara pak sopir, minta penumpang agar seimbang komposisinya antara sisi kanan dan kiri, karena pak sopir bisa memantaunya kapan saja dari layar LCD yang tertanam di dashboard bis.

Selanjutnya bis berputar kembali ke kawasan bundaran Gladag dan melintasi Jl. Mayor Sunaryo, di sore hari kawasan ini ramai beberapa pedangan kuliner yang sedang mempersiapkan dagangannya untuk Gladag Langen Bogan (Galabo), dilanjutkan melintasi perkampungan arab di Pasar Kliwon, kawasan Gading, Perkampungan Batik Laweyan yang didominasi bangunan lama dan bersejarah, hingga kembali lagi melintasi jalan Slamet Riyadi, jika beruntung kadang bis singgah di Loji Gandrung yang merupakan rumah dinas walikota Surakarta.

Bis Werkudara juga bisa dicarter dengan tarif Rp. 800.000, sangat cocok untuk rombongan komunitas, pelajar, instansi dan organisasi. Untuk pemesanan bisa menghubungi kantor Dishub Surakarta, penasaran ingin coba? Hanya ada di Solo.