Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bercengkerama Dengan Monyet di Air Terjun Grojogan Sewu

Jika Yogya punya Kaliurang, maka di Solo Raya ada Tawangmangu. Tepatnya berada di kawasan Kabupaten Karanganyar. Lokasinya berada persis di lereng gunung Lawu, berbatasan langsung dengan Kabupaten Magetan provinsi Jawa Timur. Di kecamatan berhawa sejuk ini terdapat banyak sekali obyek wisata, mulai dari kebun teh, pendakian, hingga air terjun. Air terjun yang paling terkenal adalah Grojogan Sewu. Lokasinya sekitar 27 kilometer sebelah timur pusat kota Karanganyar, dan masih dalam satu kompleks dengan kawasan hutan wisata Grojogan Sewu yang memiliki luas area sekitar 20 hektar.

Untuk menuju ke lokasi cukuplah mudah. Dari terminal bus Tirtonadi Kota Solo, anda bisa naik bus jurusan Solo – Tawangmangu. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkudes jurusan Tawangmangu – Grojogan Sewu. Jika ingin berjalan kaki bisa juga, karena jarak Grojogan Sewu hanya sekitar 1 kilometer dari terminal Tawangmangu. Di sekitar pintu masuk bisa dengan mudah ditemukan banyak pedagang kerajinan dan suvenir khas gunung. Sampai di pintu Gerbang pengunjung dikenakan biaya tiket masuk senilai Rp. 7.000. Melewati pintu masuk pengunjung akan dihadapkan dengan jalan berundak turun yang berkelok-kelok, kadang di salah satu sudut jalan ditemukan tempat duduk permanen untuk beristirahat, tak jarang lupa ada dahan pepohonan yang menjulur di jalur undakan ini.

Jika beruntung ketika anda sedang menuruni tangga, bisa bertemu dengan beberapa ekor monyet yang meloncat diantara dahan pohon. Terkadang turun dan menggoda pengunjung atau sekedar meminta makanan. Meski sebenarnya liar mereka terkesan jinak sehingga pengunjung tak perlu takut jika bertemu dengan monyet-monyet ini. Semakin kebawah suara keriangan semakin terasa, ditambah suara air terjun yang sangat membuat pengunjung semakin tak sabar untuk bisa mancapai dasar undakan.

Air Terjun Grojogan Sewu

Sampai di dasar undakan, nampak terlihat beberapa keluarga yang menggelar tikar dan bercengkerama sambil sesekali memotret. Di sudut lain terdapat kolam renang yang beberapa pengunjung tidak ingin menyia-nyiakan fasilitas tersebut. Sedangkan air terjun Grojogan Sewu yang termasyur itu nampak jelas di sisi lain dengan air yang meluncur bebas dari tebing yang sangat tinggi. Untuk mencapai air terjun pengunjung dikondisikan melintasi sebuah jembatan, dari jembatan inilah air terjun bisa nampak secara keseluruhan. Air terjun Grojogan sewu memiliki ketinggian mencapai 80 meter. Saat mendekat ke air terjun hembusan udara yang bercampur dengan buturan air langsung membasai seluruh badan. Suasananya yang sudah sejuk semakin dingin dengan sapuan air Grojogan yang menyebar mengikuti arah angin.

Air Terjun Grojogan Sewu
Beberapa pengunjung nampak memadati titik bawah air terjun meski sebenarnya cukup berbahaya. Di sudut lain nampak pasangan muda lebih memilih duduk-duduk sambil menikmati pemandangan dan kondisi di sekitar obyek wisata. Ada pula yang bermain Tubing meskipun dalam skala yang lebih kecil. Bahkan ada pula yang sengaja ke lokasi untuk sesi pemotretan antara fotografer dengan modelnya.

Puas eksplorasi isi hutan wisata dan air terjun Grojogan Sewu. Pengunjung harus naik undakan lagi untuk keluar dari kawasan ini. Jika capek anda bisa duduk-duduk atau berdiri di dekat pagar undakan, dan bermain dengan monyet-monyet yang ditemui ketika turun. Undakan Grojogan sewu memang cukup tinggi, bisa mencapai ratusan anak tangga, meski demikian dengan menikmati suasana alam yang asri membuat kelelahan itu serasa terobati.

Keluar dari kompleks, pengunjung bisa menyewa kuda untuk berjalan-jalan di sekitar luar kawasan hutan wisata Grojogan sewu. Jika ingin menginap ada cukup banyak vila di Tawangmangu, dari yang bertarif murah hingga yang eksklusif.