Senin, 20 Juli 2020

6 Efek Buru Yang Sering Dialami Jika Kurang Tidur

Kesibukan dan banyaknya gangguan yang muncul pada kehidupan seseorang saat ini menjadikan banyak masalah pada pola kehidupan. Salah satunya adalah pada perubahan pola tidur yang menjadi berkurang saat ini.

Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab terjadinya masalah kurang tidur ini. Hal ini tentunya tidak baik bagi kehidupan sehari-hari karena bisa menimbulkan dampak pada kehidupan. Pada jangka panjang, hal ini bisa berujung masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, mengenali tanda kurang tidur yang dialami oleh tubuh sangat penting.

Ketika sejumlah tanda kurang tidur ini dialami seseorang, maka kamu perlu waspada. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut berbagai tanda yang bakal muncul ketika kamu kekurangan tidur.

Mudah Pilek dan Demam

Penelitian dari Carnegie Mellon University menyatakan bahwa seseorang yang tidur kurang dari enam jam sehari memiliki risiko menderita demam hingga empat kali lipat dibanding mereka yang tidur lebih dari tujuh jam. Ketika kekurangan tidur, sistem imun tubuh menjadi terpengaruh.

Selain itu, sel darah putih yang bernama lymphocytes juga tidak diproduksi secara efektif sehingga virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, kurang tidur bisa membuatmu lebih mudah sakit.

Kehilangan Selera Humor

Walter Reed dari Army Institute in Research Amerika Serikat pada tahun 2006 menyatakan bahwa ketika sedang lelah, seseorang menjadi kehilangan selera humor. Menemukan hal yang lucu memang butuh proses yang sangat kompleks pada otak karena membutuhkan perhatian, memori, dan pembagian cara berpikir.

Selain itu hal-hal tersebut juga perlu diproses oleh otak agar dapat menyambung kepada perasaan. Ketika kekurangan tidur, bagian-bagian otak menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga seseorang kesulitan untuk menentukan kelucuan dari sebuah hal.

Suara Menjadi Aneh

Professor Kevin Morgan dari Loughborough University menyatakan bahwa ketika sedang mengantuk suara seseorang menjadi datar dan monoton seperti robot. Hal ini terjadi karena otot-otot di tenggorokan menjadi tidak dapat terkontrol ketika seseorang sedang lelah.

Selain itu ketika sedang berbicara, terdapat koordinasi yang kompleks antara mulut dan lidah yang tidak berjalan dengan efektif ketika seseorang sedang dalam kondisi lelah dan mengantuk. Hal ini mengapa seseorang yang sedang mengantuk bisa terdengar seperti melantur ketika berbicara.

Lebih Mudah Mengalami Sakit dan Nyeri

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Norwegian Institute of Public Health, diketahui bahwa seseorang yang memiliki insomnia cenderung lebih mudah merasakan sakit dan nyeri pada bagian tubuhnya. Selain itu seseorang yang memang mengalami masalah pada tubuhnya juga cenderung untuk terasa lebih sakit ketika dalam kondisi lelah dan mengantuk. Kekurangan tidur juga menyebabkan menurunnya mood seseorang sehingga rasa sakit menjadi lebih terasa.

Makan Lebih Banyak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Boulder membuktikan bahwa orang yang kekurangan tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan. Pada kondisi kurang tidur, bagian otak yang mengontrol keinginan menjadi melemah sedangkan hormon ghrelin yang mengatur nafsu makan menjadi meningkat 20 persen.

Dalam kondisi kurang tidur ini seseorang akan cenderung memiliki keinginan makan yang semakin besar. Oleh karena itu, tidur cukup bisa menjadi cara untuk bisa menurunkan berat badan.

Pelupa

Guy Leschziner dari London Bridge Hospital Sleep Centre menyatakan bahwa kekurangan tidur dapat berpengaruh terhadap fungsi memori di otak. Ketika sedang tidur, memori seseorang ditata ulang dan dikumpulkan sehingga dapat disimpan di ingatan dalam waktu lama.

Selain itu, tidur juga membersihkan otak dari zat-zat kimia yang dikumpulkan selama sehari dan pada jangka panjang dapat berpengaruh terhadap hilangnya memori seseorang. Cara terbaik untuk menjaga ingatan adalah dengan tidur yang cukup.

Sejumlah hal tersebut bisa menjadi tanda yang muncul pada tubuh ketika kekurangan tidur. Dalam jangka panjang, kekurangan tidur ini bisa berujung pada masalah kesehatan sehingga sangat penting untuk tidur dengan cukup.