Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tersasar ke Kerajaan Siak Sri Indrapura di Kabupaten Siak, Riau

Siapapun yang berada di Propinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Siak, pasti akan merasa bahwa dirinya sedang terasing. Jauh dari keramaian, dikelilingi hutan, dan hanya dihubungkan oleh satu jalan penghubung ke ibukota tentu menjadi alasan merasa dirinya terasing.

Sri Indrapura

Memang seperti itulah keadaannya, jarak sejauh 125 kilometer yang memisahkan Kabupaten Siak dengan Pekanbaru membuat Kabupaten ini seakan terkenal sebagai daerah pedalaman. Ditambah lagi dengan akses yang jarang sekali dilewati orang.

Namun, serupa dengan daerah daerah pedalaman lainnya di Indonesia, Kabupaten Siak pun masih menyimpan potensi budaya yang bisa menarik wisatawan. Salah satunya adalah bangunan yang bentuknya menawan, Istana Asserayah Hasyimiah yang lebih dikenal dengan Istana Siak.

Bangunan ini berdiri megah berkat ide seorang anak yang terlahir dari Kerajaan Pagaruyung Padang yang sekaligus menjadi sultan pertama kerajaan Siak, Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Dibantu arsitek berkebangsaan Jerman, Istana ini terlahir menjadi istana kebanggan kerajaan Siak hingga saat ini.

Selain bangunan bangunan tersebut, Istana Siak juga dihiasi oleh pohon pohon, bunga bewarna warni dan rerumputan yang menghijau disekitarannya. Itu sebabnya, halaman istana ini juga tidak jarang dijadikan warga Siak untuk rekreasi bersama keluarga.

Melangkah ke dalam istana, kita akan menemui banyak peninggalan dari Kerajaan Siak. Koleksi peninggalan tersebut diantaranya singgasana sultan yang berbalut emas, alat makan, alat masak, replika mahkota, bendera, dan lain lain.

Disamping itu, ada juga beberapa koleksi yang datangnya dari negara negara sahabat saat itu. Selain berbentuk cinderamata ada koleksi semisal Patung Ratu Wilhelmina Belanda dan alat musik Comet yang hanya dibuat 2 unit di dunia.

Dari semua koleksi yang ada, ada sebuah cermin yang pasti akan menarik perhatian pengunjung Istana Siak. Cermin yang dikenal dengan Cermin Ratu Agung itu menurut keyakinan masyarakat, akan membuat yang menggunakannya senantiasa awet muda.

Tentu banyak lagi yang dapat dilihat di dalam istana ini yang pasti membuat penasaran. Jika penasaran tersebut ingin terbayar, tempuhlah perjalan ke Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru lalu lanjutkan dengan taksi ke terminal Bandar Raya Payung Sekaki lalu cari bus yang menuju ke Siak yang tarifnya sekitar 20.000 rupiah.

Selain itu, Kabupaten Siak juga bisa dicapai dengan menggunakan kapal cepat yang terdapat di pelabuhan Pekanbaru. Dengan menggunakan kapal tersebut, waktu tempuh ke Siak bisa dipotong sehingga lebih singkat.

Dari pelabuhan ataupun dari terminal yang ada di Siak, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan becak melewati jalan jalan arteri Kota Siak. Bayar saja 10.000 rupiah. Namun, jika ingin lebih menikmati Kota Siak, tidak ada salahnya untuk berjalan sekitar 2 kilometer hingga tiba di Istana Siak.